2- Melaksanakan setiap
kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan, dan menjauhi
setiap yang dilarang, serta bertaubat dari setiap perbuatan dosa dan kejelekan.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu
‘anhu :
يَا غُلاَمُ ! إنِي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ ، احْفَظِ اللهَ
يَحْفَظْكَ…
“Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa
kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu…”[HR Tirmidzi]
3. Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya
matahari. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Jika malam telah masuk -jika kalian berada di sore hari-, maka tahanlah
anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. tatkala malam
telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka”. [HR Bukhari Muslim].
4- Membersihkan rumah dari salib, patung-patung, binatang yang
diawetkan dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam
sebuah hadits, bahwa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di
dalamnya terdapat hal-hal di atas. Demikian juga dibersihkan dari
piranti-piranti yang melalaikan, gitar, piano, seruling dan musik.
5. Memperbanyak membaca Al Qur`an dan manjadikannya sebagai
dzikir harian. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ
مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan.
Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al
Baqarah”.[HR Muslim]
6- Membentengi diri dengan doa-doa dan ta’awudz serta dzikir-dzikir
yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat
fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do’a ketika masuk dan keluar
rumah, do’a ketika naik kendaraan, do’a ketika masuk dan keluar masjid, do’a
ketika masuk dan keluar kamar mandi, do’a ketika melihat orang yang mandapat
musibah, serta dzikir-dzikir lainnya.
Ibnul Qayyim berkata,”Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan
bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh
dengan syahwat yang senanantiasa bergantung kepada hal-hal rendahan. Oleh sebab
itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh,
orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada
agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian
sama sekali dari dzikir-dzikir Ilahi, doa-doa, dan ta’awwudzaat nabawiyah.”
[Zaadul Ma’ad (4/116)]
7. Memakan tujuh butir kurma ‘ajwah setiap pagi hari.
Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ
يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ
“Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap
pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu”. [HR
Bukhari dan Muslim]
Setelah membaca ini jangan lupa sebarkan pada yang lain melalui
facebook dll untuk mempersempit propaganda dukun dan tipu daya syaithon yang
terkutuk.
Hanya pada Allah lah tempat kita berlindung dari segala bentuk
marabahaya dan kedzaliman.

